<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2275">
<titleInfo>
<title>Lintas Navigasi di Nusantara Indonesia</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Buntoro, Kresno</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Rajawali Pers</publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxxvi,456p.;23 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nusantara Indonesia mempunyai aspek strategis bagi pergerakan manusia, komoditas barang dan jasa, serta kekuatan militer. Dinamika dan pergerakan ekonomi, sosial, politik, dan pertahanan keamanan menempatkan Nusantara Indonesia sebagai titik sentral perebutan kepentingan regional dan global. 
Indonesia harus memberikan dan menyediakan lintas navigasi di Nusantara. Lintas navigasi tersebut digunakan oleh kapal ataupun pesawat udara asing dalam bentuk Iintas damai; Iintas transit; lintas alur laut kepulauan; serta lintas akses dan komunikasi. Penyediaan hak lintas navigasi bagi kapal dan pesawat udara asing ini sepertinya 'harga’ yang harus dibayar oleh Indonesia karena Nusantara telah diterima dalam Konvensi Hukum Laut 1982. Indonesia harus dapat menjamin keamanan dan keselamatan kapai dan pesawat udara asing yang melintas di Nusantara. Pada kenyataannya ﬁmbul berbagai permasaiahan dan insiden terkait dengan Iintas navigasi antara Iain: TSS, lnsiden Lusitania Expresso (Maret 1992) di Laut Timor, Penutupan Selat Sunda dan Seiat Lombok (September 1988), Insiden Bawean/F-18 Hornet (Juli 2003), dan Flight Information Region (FIR) di Laut Natuna. 
Fenomena geograﬁs yang unik membuat Nusantara akan selalu menghadapi berbagai permasalahan di laut. Hal ini disebabkan aturan yang belum lengkap, kurangnya sarana dan prasarana, serta cara pandang bangsa Indonesia yang beIum sepenuhnya meiihat Iaut sebagai masa depan bangsa Indonesia. Pada akhirnya, Nusantara akan terus memanggii dan meminta untuk dikeloia dengan Iebih baik demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Buku ini mencoba menganalisa hak lintas navigasi di Nusantara, insiden/kasus dalam buku ini dapat diyakini akan muncul kembali dalam bentuk/format dan dinamika yang berbeda, untuk Itu Iangkah-Iangkah antisipasi perlu untuk disiapkan.</note>
<classification>320.12 Bun l</classification><identifier type="isbn">9789797697136</identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA Jalan Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>320.12 Bun l</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">MAP20180018</numerationAndChronology>
<sublocation>S-2 (Ilmu Politik)</sublocation>
<shelfLocator>320.12 Bun l</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>lintas_20180018.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2275</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-05-18 10:54:26</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-05-18 10:55:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>