<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2699">
<titleInfo>
<title>Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan :</title>
<subTitle>Kapuas Hulu, Kalimantan Barat</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Warsilah, Henny</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wardiat, Dede</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Yayasan Pustaka Obor Indonesia</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Ed. 1 Juli 2017</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>20,5cm x 14cm Hal. xiv + 191</extent>
</physicalDescription>
<note>Wilayah perbatasan antar Negara seharusnya menjadi beranda terdepan dari Negara Indonesia, dan tentunya harus memiliki keunggulan dan daya saing yang mampu meningkatkan keunggulan-keunggulan lokal dan regional sehingga wilayah perbatasan memiliki posisi tawar ketika berhadapan dengan Negara tetangga. Namun pada kenyataannya, wilayah perbatasan justru menjadi halaman belakang yang tidak terurus, kondisinya miskin insfrastruktur dan masyarakatnya cenderung tertinggal. Sementara, wilayah perbatasan negara tetangga Malaysia dibangun dengan cukup baik, penataan ruang sosial dan ekonominya sangat terintegrasi, penduduk yang mau bekerja dan menetap di wilayah ini disubsidi oleh Negara, sehingga kondisi ekonomi dan kesejahteraannya sejajar dengan penduduk di perkotaan. Pada posisi Indonesia, wilayah perbatasan Kalimantan Timur-Kapuas Hulu ruang fisik dan ruang sosial belum terintegrasi dengan baik. Sehingga sumberdaya alam dan sumberdaya manusia belum belum memiliki daya saing. Seharusnya berhadapan dengan Negara tetangga Malysia, harus mampu mengambil peran sebagai pemasok kebutuhan bidang yang tidak dimilikinya.</note>
<subject authority=""><topic>Pembangunan di wilayah perbatasan</topic></subject>
<classification>341.4 War p</classification><identifier type="isbn">9786024335144</identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA Jalan Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>341.4 War p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">AP20180005</numerationAndChronology>
<sublocation>S-1 (ADM. PUBLIK PERPUSTAKAAN FISIP UHT)</sublocation>
<shelfLocator>341.4 War p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>AP20180005_PEMBANGUNAN_SOSIAL_DI_WILAYAH_PERBATASAN.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2699</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-02-10 09:21:28</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-12 10:42:39</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>