<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2709">
<titleInfo>
<title>Pluralisme Hukum Waris dan Keadilan Perempuan</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Irianto, Sulistyowati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Yayasan Pustaka Obor Indonesia</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Ed. 1</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>22,5cm x 14cm Hal. xxviii</extent>
</physicalDescription>
<relatedItem type="series">
<titleInfo>
<title>Hukum Waris dan Keadilan Perempuan</title>
</titleInfo>
</relatedItem>
<note>Konsep mengenai waris dan apa sebenarnya hukum waris, khususnya waris Islam, mendapatkan ujiannya dalam praktik pembagian dan penyelesaian sengketa waris dalam masyarakat. Konsep dan hukum yang sudah dianggap baku, ternyata dalam praktiknya dapat dimusyawarahkan, bersifat cair, dan mendapatkan makna baru. Pemaknaan tentang waris sangat beragam, tidak hanya karena hukumnya beragam, tetapi juga budaya, sistem pemaknaan,  kelas yang beragam, dan juga perspektif gender.

Realitas pluralisme hukum dapat ditunjukkan bukan hanya karena keberadaan beberapa sistem hukum dalam isu waris, tetapi juga adanya saling pengaruh, adopsi atau sebaliknya kontestasi,  di antara berbagai sistem hukum tersebut dalam praktik pembagian waris. 

Masing-masing sistem hukum: hukum negara, adat, agama, dan kebiasaan, kehilangan garis demarkasinya secara tegas. Terdapat pengaruh dari praktik kebiasaan yang sangat dinamis terkait waris yang berlangsung di negara-negara Islam Asia Tenggara, terhadap praktik waris di Indonesia. Masing-masing hukum bukanlah entitas yang batasnya jelas. Hal ini sejalan dengan pemikiran modern dalam teori pluralisme hukum yang  berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang sangat cepat dan globalisasi masa kini.</note>
<subject authority=""><topic>Hukum Waris dan Keadilan Perempuan</topic></subject>
<classification>346.05 Iri p</classification><identifier type="isbn">9789794619919</identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA Jalan Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>346.05 Iri p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">AP20180024</numerationAndChronology>
<sublocation>S-1 (ADM. PUBLIK PERPUSTAKAAN FISIP UHT)</sublocation>
<shelfLocator>346.05 Iri p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>AP20180024_PLURALISME_DAN_HUKUM_WARIS.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2709</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-02-10 11:03:42</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-01 12:06:14</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>