<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3077">
<titleInfo>
<title>Pertarungan Elite dalam Politik Lokal</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Chalik, Abdul</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1 Agustus 2017</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21 cm x 14 cm.; xx + 301 hlm</extent>
</physicalDescription>
<relatedItem type="series">
<titleInfo>
<title>Politik Lokal</title>
</titleInfo>
</relatedItem>
<note>Buku tentang “Pertarungan Elite dalam Politik Lokal” adalah hasil kajian pada saat Pilkada dan Pilkades di beberapa daerah di Jawa Timur merupakan beberapa bukti adanya anomali dan pergeseran peran elite politik lokal. Para Orde Baru, elite politik lokal banyak dimainkan oleh tokoh-tokoh Ormas dan OKP yang berafiliasi dengan rezim, sementara era sekarang sudah banyak dimainkan oleh kalangan elite pesantren, terutama kiai dan santri. Keterlibatan Ormas sudah tidak sekuat dulu. Keterlibatan kai dan santri juga di semua ranah dan ruang kekuasaan, baik tertutup (closed space) dan terbuka (invited), serta pada ranah kekuasaan terlihat (visible), tersembunyi (hidden) dan tidak terlihat (invisible). Catatan peneliti juga mengungkap adanya kolaborasi antar kekuatan pada saat Pilkades, terutama antara kiai dan blater. Disebut anomali karena keduanya berada pada dunia yang berseberangan. Buku ini cukup menarik untuk dibaca bukan hanya oleh kalangan mahasiswa Ilmu Politik tetapi juga para pemerhati dan pelaku. Kajian yang cukup aktual dengan penjelasan yang sederhana sudah menggambarkan tentang dinamika aktor dalam ruang–ruang politik.</note>
<subject authority=""><topic>Politik Lokal</topic></subject>
<classification>320.9 Cha p</classification><identifier type="isbn">9786022297666</identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA Jalan Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>320.9 Cha p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">AP20180113</numerationAndChronology>
<sublocation>S-1 (ADM. PUBLIK PERPUSTAKAAN FISIP UHT Rak 000-300)</sublocation>
<shelfLocator>320.9 Cha p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>img179.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3077</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-17 10:41:52</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-17 10:43:02</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>