<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3093">
<titleInfo>
<title>Pelanggaran Hak dan Perlindungan Sosial Bagi Anak Rawan</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Suyanto, Bagong</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Airlangga University Press</publisher>
<dateIssued>2003</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Ed. 2</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii, 73 hlm.; 21 x 15 cm.</extent>
</physicalDescription>
<relatedItem type="series">
<titleInfo>
<title>Pelanggaran Hak dan Perlindungan Sosial</title>
</titleInfo>
</relatedItem>
<note>Anak-anak, terutama anak rawan pada dasarnya adalah kelompok paling rentang yang selalu berada pada garis terdepan sebagai korban dalam situasi apa pun. Pengalaman selama ini telah membuktikan, meskipun Indonesia di masa lalu pernah menikmati masa-masa pertumbuhan ekonomi yang begitu menakjubkan dan kesadaran masyarakat terhadap persoalan gender telah meningkat cukup baik, ternyata masih banyak anak yang terhambat kelangsungan pendidikannya, rawan tereksploitasi dan bahkan ada kesan berbagai kasus pelanggaran hak anak tampak makin kerap terjadi di berbagai daerah dan komuniktas. Berbeda dengan status perempuan dan ibu yang belakangan ini terlihat makin sadar gender dan berdaya, status sosial anak di masyarakat bagaimana pun tetap sama: mereka secara politis belum memilki hak pilih, dinilai belum mandiri alias serba terbantung. Alih-alih perempuan memberdayakan diri dalam praktek acapkali anak-anak justru menjadi obyek ekslploitas dan mengalami kerentanan sosial, Anak-anak sepanjang belum memasuki dunia dewasa</note>
<subject authority=""><topic>Pelanggaran Hak dan Perlindungan Sosial</topic></subject>
<classification>361.1 Suy p</classification><identifier type="isbn">9798990129</identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA Jalan Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>361.1 Suy p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">AP20180182</numerationAndChronology>
<sublocation>S-1 (ADM. PUBLIK PERPUSTAKAAN FISIP UHT Rak 000-300)</sublocation>
<shelfLocator>361.1 Suy p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>img191.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3093</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-18 09:08:03</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-18 09:08:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>