<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4917">
<titleInfo>
<title>Keterampilan Berbicara</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Susanti, Elvi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Depok</placeTerm></place>
<publisher>Rajawali Pers</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1, Januari 2020</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi,242 hlm.; 23 cm</extent>
</physicalDescription>
<relatedItem type="series">
<titleInfo>
<title>-</title>
</titleInfo>
</relatedItem>
<note>Buku Keterampilan Berbicara ini adalah buku kedua dari seri keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa dimulai dari keterampilan menyimak, kemudian keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan terakhir keterampilan menulis. Ada teori yang mengatakan kalau anak sudah bisa mendengarkan, menyimak sejak dalam kandungan. Setelah ia lahir, maka anak tersebut diajarkan berbicara. Pintar berbicara, maka ia pun akan diajarkan membaca. Keterampilan menulis diajarkan setelah anak bisa menyimak, berbicara, dan membaca; karena keterampilan menulis adalah akumulasi dari ketiga keterampilan sebelumnya.

Mungkin tak seorang pun yang sanggup tidak berbicara dalam sehari. Berbeda halnya dengan makan, orang tahan untuk tidak makan dan minum seharian, terutama yang tengah berpuasa. Berbicara adalah kebutuhan primer setiap manusia sebagai makhluk sosial, Manusia butuh berkomunikasi, dalam hal ini berbicara sebagai kebutuhan sosialnya. Orang mampu menyuarakan apa yang menjadi perhatian dan kegemarannya melalui berbicara. Orang  bisa mengekspresikan semua emosinya dalam kegiatan berbicara. Bahkan banyak orang, bahkan pasangan yang bertengkar pun akan mengatakan,“Ngomong dong apa yang kamu mau”. Dialog tersebut juga menunjukkan pentingnya berbicara</note>
<subject authority=""><topic>pidato di depan umum, retorika</topic></subject>
<classification>808.51 Elv k</classification><identifier type="isbn">9786232312425</identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA Jalan Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>808.51 Elv k</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">Ap2023007</numerationAndChronology>
<sublocation>S-1 (Rak Buku Kelas 800)</sublocation>
<shelfLocator>808.51 Elv k</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>img393_001.png.png</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>4917</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-17 09:34:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-21 13:20:50</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>