<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5283">
<titleInfo>
<title>Kekuatan - Kekuatan Politik Indonesia :</title>
<subTitle>kontestasi ideologi dan kepentingan</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jurdi, Syarifuddin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>Kencana</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>Cet. 1 September 216</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>-</extent>
</physicalDescription>
<relatedItem type="series">
<titleInfo>
<title>-</title>
</titleInfo>
</relatedItem>
<note>Polarisasi politik yang terjadi pasca-Orde Baru merupakan implikasi logis dari keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi diferensiasi ideologi dalam sejarah politik nasional. Apalagi, jika di masa lalu menjadi kekuatan penggerak partai politik demi memajukan kehidupan bersama, ideologi kini tampak sekadar dimanfaatkan untuk melegitimasikan kekuasaan.

Maka, buku ini berusaha memetakan kekuatan politik Indonesia dari masa ke masa. Penulis meriset kontestasi ideologi dan kepentingan sejak pra-kemerdekaan hingga pasca-Orde Baru. Di dalamnya diuraikan tentang konsep dasar ideologi dan embrio identitas nasional, dengan perkembangan seputar Pancasila, nasionalisme, demokrasi, gerakan feminisme, militerisme, dan juga ideologi radikal. Tak ketinggalan penulis menyoal kekuatan moderat politik Indonesia.

Demokrasi dan demokratisasi dalam buku ini dipahami bukan sekadar soal politik kekuasaan lewat pemilihan umum, melainkan sebagai arena untuk mendistribusikan kekuatan secara adil. Untuk itu, perkembangan berbagai aliran politik yang mengejawantahkan kekuatan politik terkini perlu dipahami secara saksama. Dengan mengungkap kekuatan politik yang tak hanya berpusat di partai politik, tapi juga gerakan sosial dan organisasi kemasyarakatan, buku ini menarik disimak sampai tuntas</note>
<classification>320.9 Jur k</classification><identifier type="isbn">9786024220303</identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA Jalan Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>320.9 Jur k</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">AP20200002</numerationAndChronology>
<sublocation>S-1 (Rak Buku Kelas 300)</sublocation>
<shelfLocator>320.9 Jur k</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>img712_001.png.png</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>5283</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-15 09:40:33</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-15 09:42:29</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>