Detail Cantuman Kembali

XML

Metode Pengukuran Manusia


Pengamatan sehari-hari membawa kita kepada pengalaman bahwa manusia, walaupun satu species, ternyata cukup bervariasi. kenyataan ini mendorong manusia untuk melihat perbedaan-perbedaan ini dengan lebih teliti. Ketelitian ini mendorong para ahli antropologi ragawi mencari metode-metode yang makin tepat dan teliti. Akhirnya pengamatan saja tidaklah mencukupi. Metode yang lebih tepat dalam melihat antar kelompok manusia adalah melalui pengukuran, yang juga lebih memungkinkan dalam mencapai obyektifitas. Dengan demikian lahirlah sebidang ilmuj dengan antropometri yang berarti mengukur manusia.
Ukuran saja hanya memberikan informasi tentang besar kecilnya(size) yang diukur. Karenanya untuk mengungkapkan bentuk (shape), maka diciptakan proporsi antara ukuran-ukuran, yang dinamakan indeks. Namun demikian, pada tubuh manusia didapati ciri-ciri yang tidak dapat diukur secara simetris. Ciri-ciri ini ternyata cukup penting pula dan tetap digunakan dalam bidang yang disebut antroposkopi. Demi tercapainya obyektifitas pada pengamatan ciri-ciri ini tersusun beberapa skala, misalnya untuk menentukan warna rambut, kulit, dan iris mata.
Jozef Glinka dkk
Glinka, Jozef - Personal Name
Artaria, Myrtati Dyah - Personal Name
Koesbardiati, Toetik - Personal Name
Cet. 1
612 Art m
978-979-1330-23-7
612 Art m
Metode Pengukuran Manusia
Text
Indonesia
Airlangga University Press
2007
Surabaya
xiii, 66 hlm.; ilus 20,5 cm x 26,5 cm.
1 Eksemplar
LOADING LIST...
LOADING LIST...