Detail Cantuman Kembali
Diplomasi Indonesia dan Pembangunan Konektivitas Maritim
Visi Presiden Joko Widodo tentang poros maritim dunia pada dasarnya melihat Indonesia secara geografis berlokasi di pusat Asia-Pasifik, sebagai pusat komersial maritim Indo-Pasifik. Dengan perspektif seperti itu, Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan program lima tahun yang ambisius, yaitu meningkatkan 6 pelabuhan internasional, membangun 24 pelabuhan komersial baru, dan meningkatkan lebih dari 1.000 pelabuhan komersial. Mega proyek ini membuka akses baru ke sumber daya ekonomi melalui penciptaan tol laut karena menghubungkan bagian terpencil nusantara ke perdagangan dunia. Biaya mega proyek ini diperkirakan mencapai US 5 miliar. Sebagian dari biaya itu akan ditutup oleh pengurangan biaya logistik nasional yang diproyeksikan dari 23,5 persen PDB menjadi 19,2 persen. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektivitas antarpulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut 2 serta fokus pada keamanan maritim. Untuk menjadi sebuah negara maritim, maka infrastrukur antarpulau dan sepanjang pantai di setiap pulau merupakan hal yang harus dibangun dan dikembangkan. Infrastruktur antarpulau ini harus benar-benar dapat direalisasikan untuk mempercepat transportasi antarpulau di Indonesia. -7 miliar. Biaya ini hanya salah satu bagian dari visi tol laut yang mencakup ratusan kapal baru, pembangunan kapal baru dan fasilitas perbaikan, jalan akses baru, pengembangan perikanan, dan pendidikan kelautan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan bahwa sampai tahun 2019 biaya yang dibutuhkan akan mencapai US
Humphrey Wangke
Wangke, Humphrey - Personal Name
-
341.4 Wan d
978-602-433-699-8
341.4 Wan d
Text
Indonesia
Yayasan Pustaka Obor Indonesia
2019
Jakarta
xi, 204p. ; 23 cm
1 Eksemplar
LOADING LIST...
LOADING LIST...












